This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Hubungan Antara Blogwalking, Blog Dofollow Dan Nofollow, Backlink, Serta Pagerank Pada Sebuah Blog

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Ketika kita mulai dan atau telah menekuni kegiatan blogging, maka kita tidak dapat terlepas dari istilah blogwalking, blog dofollow, blog nofollow, dan juga backlink. Hal ini disebabkan karena keempat faktor ini mempunyai peranan yang sangat besar terhadap traffic, pagerank, dan juga posisi blog yang kita kelola dalam SERP (Search Engine Result Page). Oleh sebab itulah setelah kita membuat dan memiliki sebuah blog baru, sangat dianjurkan untuk melakukan blogwalking pada blog dofollow maupun blog nofollow untuk mendapatkan backlink. Oke, sebelum kita bahas lebih jauh tentang hal tersebut, sekarang kita bahas dulu pengertian dari masing-masing istilah tersebut.


Blogwalking

Blogwalking dapat diartikan sebagai kegiatan berkunjung dari sebuah blog ke blog lain yang dilakukan oleh seorang blogger. Blogwalking atau kegiatan mengunjungi blog lain sangat disarankan dan perlu dilakukan oleh pengelola sebuah blog, terutama untuk blog baru atau blog yang terhitung berumur masih muda. Selain dapat dijadikan sebagai sarana untuk berkenalan dan menjalin silaturahim antar sesama blogger, blogwalking juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan blog yang kita kelola sekaligus mendapatkan backlink dengan menuliskan komentar di setiap blog yang dikunjungi.


Backlink

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, maka istilah backlink dapat pula disebut sebagai taut balik. Dimana taut balik sendiri dapat diartikan sebagai tautan pada situs atau blog lain yang mengarah ke blog yang kita kelola. Sebagai contoh misalnya begini, sebuah artikel yang saya terbitkan dikutip atau diterbitkan ulang oleh blogger lain dan kemudian dalam artikel tersebut dicantumkan tautan (dalam bentuk live link atau tautan yang dapat dibuka dengan cara mengekliknya langsung) yang dimaksudkan sebagai sumber atas artikel yang dikutip atau diterbitkan ulang tersebut, maka tautan yang seperti ini dapat dikatakan sebagai sebuah backlink.

Namun demikian bentuk backlink tidak hanya seperti yang terdapat dalam contoh di atas. Backlink dapat pula terbentuk dalam tautan yang disertakan ketika menuliskan komentar di blog lain, dapat pula terwujud dari tautan yang dikirim ke situs jejaring sosial, tautan yang dicantumkan dalam profil situs jejaring sosial, dan atau dapat pula terbentuk dari kegiatan bertukar link antar sesama blogger.

Untuk blog baru atau yang terhitung memiliki umur masih cukup muda, pada umumnya blogger lebih menyarankan agar seorang pengelola blog melakukan blogwalking dan menanamkan backlink pada blog yang termasuk dalam kategori dofollow dengan pagerank tinggi dibandingkan dengan blog yang termasuk dalam kategori nofollow. Hal ini memang sangat beralasan, karena secara  prinsip tujuan yang sebenarnya adalah untuk mempercepat proses indeks yang dilakukan oleh search engine terhadap blog yang dimaksud.


Blog Dofollow dan Nofollow

Dofollow dan nofollow merupakan istilah yang dipakai oleh search engine sebagai tag yang dimanfaatkan untuk membedakan apakah setiap tautan yang terdapat dalam sebuah situs atau blog boleh diikuti atau tidak, oleh robot search engine atau mesin telusur ketika sedang melakukan proses pengindeksan pada situs atau blog tertetu. Jika situs atau blog yang sedang diindeks termasuk dalam kategori dofollow, maka setiap tautan yang terdapat di dalamnya akan diikuti  oleh robot mesin telusur, sehingga setiap bagian yang tertaut dengan situs tersebut juga akan ikut terindeks. Sedangkan nofollow berarti sebaliknya. Jika situs atau blog yang sedang diindeks termasuk dalam kategori nofollow, maka robot mesin telusur hanya akan mengindeks setiap bagian dari situs atau blog yang dimaksud tanpa mengikuti setiap tautan yang ada di dalamnya, sehingga akhirnya bagian lain yang tertaut dengan situs atau blog tersebut tidak akan ikut diindeks.

Itulah sebabnya seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwasanya blogger lebih menyarankan agar kita melakukan blogwalking dan menanamkan backlink pada blog yang termasuk dalam kategori dofollow dengan pagerank tinggi, apabila blog yang kita kelola termasuk dalam kategori blog baru atau blog yang terhitung masih berumur cukup muda. Kenapa demikian? Karena situs atau blog yang memiliki pagerank tinggi dapat diartikan sebagai sebuah situs yang telah dianggap penting dan lebih memberikan manfaat oleh mesin telusur. Sehingga dapat diartikan pula bahwa situs dengan pagerank tinggi, dan juga dengan traffic yang tinggi, lebih disukai oleh mesin telusur bila dibandingkan dengan blog baru yang memiliki umur cukup muda.

Hal tersebut telah saya buktikan dengan mencermati proses pengindeksan yang dilakukan oleh robot mesin telusur pada beberapa blog yang saya kelola. Jadi begini, setelah mencoba menerbitkan sebuah artikel baru pada salah satu blog saya yang telah memiliki backlink dengan jumlah ratusan dan kemudian langsung melakukan pengecekan pada mesin telusur, ternyata artikel yang baru saja saya terbitkan tersebut telah terindeks oleh search engine. Berbeda halnya setelah saya menerbitkan artikel pada salah satu blog saya yang belum memiliki backlink sama sekali dan kemudian langsung melakukan pengecekan pada mesin telusur, ternyata artikel tersebut belum juga terindeks dan baru terindeks oleh search engine setelah beberapa hari kemudian. Hal yang seperti ini bisa jadi juga pernah Anda alami, sehingga mungkin saja saat itu Anda akan bertanya dalam hati, “Kenapa blog saya belum juga terindeks atau ditampilkan oleh mesin telusur dalam SERP (Search Engine Result Page)? Jawabannya adalah seperti yang telah saya uraikan di atas.

Dan kemudian diantara situs atau blog yang termasuk dalam kategori dofollow dan nofollow, mana yang sebaiknya kita jadikan sebagai backlink? Menurut saya diantara keduanya tidak ada bedanya, karena dampaknya hanya terletak pada proses pengindeksan yang dilakukan oleh robot mesin telusur. Namun akan sangat berbeda jika yang dimaksud adalah antara situs yang telah memiliki pagerank tinggi dengan situs atau blog yang masih memiliki pagerank rendah lebih baik yang mana? Jika yang dimaksud ada kaitannya dengan pagerank, maka menurut saya akan lebih baik bila backlink untuk blog yang kita kelola terletak pada situs atau blog yang telah memiliki pagerank tinggi (tanpa memperhatikan apakah situs yang dimaksud termasuk dalam kategori dofollow atau nofollow), karena situs atau blog dengan pagerank tinggi sedikit banyak akan berpengaruh sangat signifikan terhadap peringkat blog yang kita kelola di mata mesin telusur.


Pagerank

Pagerank dapat diartikan sebagai sebuah peringkat yang diberikan oleh mesin telusur yang berfungsi untuk menentukan situs web atau blog mana yang lebih populer atau dianggap lebih penting. Dimana pagerank akan didapat secara otomatis berdasarkan sebuah algoritma tertentu yang telah dipatenkan oleh mesin telusur Google. Salah satu faktor yang sangat menentukan dalam perolehan pagerank sebuah situs atau blog adalah jumlah backlink untuk situs atau blog yang dimaksud. Semakin banyak jumlah backlink yang dimiliki oleh sebuah situs atau blog, maka situs atau blog tersebut akan dianggap semakin populer dan akhirnya diasumsikan bahwa konten yang terdapat pada situs atau blog yang dimaksud lebih penting dan berguna dibandingkan dengan konten yang terdapat pada situs lain.


Nah, akhirnya berdasarkan uraian di atas, maka kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa antara blogwalking, blog dofollow dan nofollow, backlink, serta pagerank merupakan beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap blog yang kita kelola. Sehingga bila kita menginginkan agar blog yang kita kelola dapat dianggap sebagai sebuah blog yang dianggap penting dan berguna oleh search engine atau mesin telusur, maka kita harus memperhatikan beberapa faktor tersebut dan memanfaatkannya secara bijak dalam melakukan pengelolaan blog, dengan tidak mengesampingkan mutu dan atau kualitas konten dalam setiap artikel yang kita terbitkan. Karena tentunya konten dalam setiap artikel yang kita terbitkan juga harus benar-benar berguna dan bermanfaat, tidak hanya di mata search engine namun juga berguna dan bermanfaat bagi setiap pengunjung yang membaca artikel kita.
Semoga berguna dan bermanfaat.
sumber : http://ilmudi.blogspot.com/2012/04/hubungan-antara-blogwalking-blog.html

Cara Membuat Tombol Read More Dengan Bingkai Efek Warna Background Gradient

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Ilustrasi Tombol Read More
Berbicara tentang read more yang ada hubungannya dengan kegiatan blogging, tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan hal ini, karena read more biasa digunakan oleh seorang blogger untuk memenggal isi artikel dan hanya menampilkan beberapa paragraf atau alinea di halaman muka dari seluruh bagian konten yang ada. Dengan adanya read more, maka beberapa artikel yang telah diterbitkan dapat ditampilkan sekaligus di halaman muka atau di beranda secara lebih ringkas. Sedangkan untuk membaca keseluruhan isi atau konten dari artikel yang dimaksud, maka dapat dilakukan dengan mengeklik tautan teks yang secara default bertuliskan ‘Read more »’ atau apabila setelan pemformatan bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia, maka biasanya tautan teks tersebut bertuliskan ‘Baca selengkapnya »’.

Untuk membuat read more agar konten artikel yang ditampilkan di beranda hanya sebagian paragraf saja, caranya sangatlah mudah karena Blogger telah menyediakan fasilitas yang dapat digunakan untuk keperluan tersebut, dalam hal ini adalah dengan menggunakan tombol ‘Insert Jump Break’ atau tombol dengan gambar kertas sobek di bagian tengahnya, yang terdapat pada editor Blogger. Namun demikian dengan berbagai pertimbangan dan alasan, terkadang tidak jarang pula blogger yang menggunakan pilihan auto read more (yaitu dengan cara menambahkan script atau kode tertentu ke dalam template) untuk melakukan hal tersebut. Akan tetapi perlu diingat bahwa penggunaan kedua teknik tersebut pada akhirnya akan menghasilkan bentuk read more yang sama, yaitu read more yang berbentuk dalam tautan teks.

Karena hasil yang didapatkan dari penggunaan fasilitas ‘Insert Jump Break’ maupun auto read more menghasilkan model yang sama, dalam hal ini adalah model tautan berupa teks, maka tidak jarang pula pengelola blog yang melakukan modifikasi terhadap model tautan tersebut, yaitu dengan cara mengubah tautan teks ke dalam bentuk tautan gambar sehngga desain tampilan halaman blog akan tempak semakin menarik dan terkesan lebih profesional. Namun sayangnya seperti yang telah saya uraikan dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Cara Membuat Bingkai Atau Tombol Dengan Warna Gradasi (Gradient Colour) Pada Blog” bahwasanya penggunaan gambar untuk elemen halaman blog hanya akan mengakibatkan semakin lambatnya loading atau penayangan halaman blog yang dimaksud (apalagi jika sambungan internet yang digunakan adalah sambungan internet dengan bandwith rendah), karena browser yang digunakan oleh pengguna harus melakukan request atas konten gambar yang digunakan ke beberapa server yang berbeda, sebelum pada akhirnya menampilkannya dalam bentuk tombol atau bentuk yang lainnya. Sehingga salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan bingkai dengan warna latar gradient sebagai pengganti untuk gambar yang dipakai dalam pembuatan tombol read more tersebut.

Selain tidak mengurangi kesan tampilan yang tampak profesional, penggunaan bingkai dengan warna latar gradient atau warna gradasi juga dapat meningkatkan kecepatan loading atau penayangan halaman sebuah blog, karena browser yang digunakan oleh pengguna tidak perlu lagi melakukan request atas konten gambar yang digunakan ke beberapa server yang berbeda. Hal ini disebabkan karena browser yang dipakai oleh pengguna lah yang akan menanganinya secara langsung dengan cara memparse kode CSS yang terdapat di dalam halaman blog yang sedang dibuka.

Lantas bagaimana caranya membuat tombol read more dengan menggunakan bingkai efek warna gradasi? Caranya sangatlah mudah. Dan bahkan bagi seorang pemula pun, menurut saya tidak akan mengalami kesulitan untuk menerapkannya. Jadi begini, untuk membuat tombol read more dengan tombol yang memiliki efek warna gradasi, maka Anda dapat melakukannya dengan mencoba menerapkan contoh kode CSS di bawah ini ke dalam template blog yang Anda pakai. Namun seperti biasa, bahwa untuk menambahkan script atau kode tertentu ke dalam template, maka terlebih dulu Anda harus login dan kemudian masuk ke editor template Blogger, dalam hal ini adalah dengan mengeklik menu 'Template’ >> ‘Edit HTML’ >> ‘Lanjutkan’ >> ‘Expand Template Widget’. Dan selanjutnya sisipkan kode berikut ini tepat di atas kode ]]></b:skin> atau di manapun selama masih dalam area untuk kode CSS.

/* Tombol Baca Selengkapnya Gradasi Warna
------------------------------------------------------- */

.baca_selengkapnya {
padding-top: 4px;
text-align: right;
}

.baca_selengkapnya a {
display: inline-block;
margin: 0;
padding: 4px 4px;
border: 1px solid #3d85c6;
color: #992211 !important;
text-align: center;
text-shadow: 0 -1px 0 white;
text-decoration: none;
-webkit-border-radius: 4px;
-moz-border-radius: 4px;
border-radius: 4px;
background: #0b5394;
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #9fc5e8) );
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #9fc5e8 100% );
font: 13px/18px arial;
}

.baca_selengkapnya a:hover {
text-decoration: none !important;;
background: #0b5394;;
background: -webkit-gradient(linear,left top,left bottom,color-stop(.2, #cfe2f3),color-stop(1, white));;
background: -moz-linear-gradient(center top,#cfe2f3 20%,white 100%);;
}



Langkah kedua, cari kode <b:if cond='data:post.hasJumpLink'> dan kemudian sisipkan kode berikut ini tepat di bawahnya.

<div style='text-align: right;'>
<div class='baca_selengkapnya'>



Langkah ketiga, sisipkan dua buah tag </div> untuk menutup kode di tersebut tepat di atas kode </b:if>, sehingga rangkaian kode akhirnya menjadi seperti kode di bawah ini.

<b:if cond='data:post.hasJumpLink'>
<div style='text-align: right;'>
<div class='baca_selengkapnya'>
<div class='jump-link'>
<b><a expr:href='data:post.url + &quot;#more&quot;' expr:title='data:post.title'><data:post.jumpText/></a></b>
</div>
</div>
</div>
</b:if>



Dan yang terakhir, simpan template Anda. tralalalaa.. tombol read more dengan warna gradasi biru muda. Akan tetapi apabila Anda menginginkan gradasi warna yang berbeda, maka Anda dapat mengganti kode warna yang digunakan dalam kode CSS pada langkah pertama dengan kode warna yang sesuai dengan desain tampilan halaman blog yang Anda kelola. Namun apabila Anda mengalami kesulitan, maka silakan buka artikel dengan  “Beberapa Contoh Kode CSS Dan HTML Untuk Membuat Gradasi Warna Pada Background” untuk mempelajari teknik penggabungan warna dalam pembuatan tombol dengan background warna gradasi.

Semoga berguna dan bermanfaat.

Cara Membuat Bingkai Atau Tombol Dengan Warna Gradasi (Gradient Colour) Pada Blog

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Selain besar kecilnya bandwidth sambungan internet yang dipakai untuk mengakses internet, salah satu faktor yang menjadi penyebab utama lambatnya penayangan atau loading halaman sebuah situs web atau blog adalah penggunaan gambar untuk setiap elemen halaman dari situs web atau blog yang dimaksud (misal: background, header, tab menu, widget, dan lain sebagainya). Walaupun pada dasarnya penggunaan gambar untuk setiap elemen halaman (seperti pada contoh di atas) dapat menjadikan tampilan halaman menjadi lebih ‘cantik’ dan terkesan profesional, namun pada kenyataannya cara ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan penayangan halaman sebuah situs web atau blog, terutama apabila sambungan internet yang digunakan memiliki kapasitas bandwidth yang kecil atau rendah. Hal ini disebabkan karena dengan menggunakan gambar untuk setiap elemen halaman akan mengakibatkan browser melakukan request terlebih dahulu atas konten gambar yang digunakan, ke beberapa server yang berbeda (sesuai dengan dimana gambar yang dimaksud disimpan) sebelum pada akhirnya menayangkan halaman secara keseluruhan. Padahal bisa jadi konektifitas antara satu server dengan server yang lainnya tidaklah sama. Sehingga apabila konektifitas dengan sebuah server tidak lancar, maka secara otomatis pula proses request untuk konten yang dimaksud akan menjadi semakin lama.

Nah, berdasarkan alasan di atas, maka sebenarnya hal tersebut dapat disiasati dengan cara menggunakan warna solid untuk setiap elemen halaman, sehingga browser tidak perlu lagi melakukan request ke beberapa server yang berbeda karena proses akan langsung ditangani oleh browser yang saat itu dipakai untuk mengakses internet. Namun sayangnya penggunaan warna solid sebagai pengganti gambar yang digunakan pada setiap elemen halaman malah akan mengakibatkan tampilan halaman tampak monoton dan terkesan kurang profesional, sehingga solusinya adalah dengan menggunakan atau menerapkan gradasi warna (gradient colour) pada elemen halaman yang diinginkan. Gradasi warna atau gradient colour dapat diartikan sebagai penggabungan atas satu warna dengan warna yang lainnya. Dimana hal ini tentunya akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan penggunaan warna solid yang dapat diartikan sebagai penggunaan satu macam warna saja. Sehingga dengan cara tersebut (penggunaan warna gradasi atau gradient colour), selain proses penayangan halaman dapat dilakukan dengan lebih cepat, tampilan halaman pun tetap tampak ‘cantik’ dan terkesan lebih profesional.

Beberapa Contoh Kode CSS Dan HTML Untuk Membuat Gradasi Warna Pada Background

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Sobat blogger, seperti yang telah saya uraikan pada artikel sebelumnya, dalam hal ini adalah artikel dengan judul "Cara Membuat Background Dengan Kombinasi Warna Pada Elemen Halaman Blog", bahwasanya kita dapat menerapkan warna gradasi atau kombinasi warna pada background untuk tiap-tiap elemen halaman blog yang kita kelola dengan menyisipkan atau memasukkan kode CSS tertentu ke dalam template blog yang dipakai. Namun yang perlu diingat adalah bahwa contoh kode yang saya berikan pada artikel tersebut hanya satu macam, yaitu contoh kode CSS yang mengkombinasikan warna putih dan biru. Padahal sangat tidak mungkin apabila kita hanya menggunakan kombinasi warna yang sama untuk setiap elemen halaman yang ada. Sehingga kombinasi warna yang digunakan dalam membuat background dengan warna gradasi, tentunya akan lebih baik apabila dibuat secara bervariasi menyesuaikan dengan desain atau model halaman blog yang dikelola. Dengan demikian maka selain tampilan halaman blog akan tampak proporsional, maka tampilan halaman pun akan tampak lebih profesional.

Bagi kita yang sudah mengerti dan juga memahami bahasa pemrograman (dalam hal ini misalnya adalah tentang CSS), bisa jadi tidak akan merasa kesulitan untuk membuat kode yang akan digunakan sebagai model atau variasi warna gradasi untuk background. Namun bagi kita yang masih awam atau sama sekali belum mengenal bahasa pemrograman, bisa jadi hal tersebut akan menjadi sebuah pekerjaan yang sangat sulit dan bahkan teramat rumit. Sehingga untuk mempermudah Sobat blogger yang dalam membuat dan menerapkan penggunaan warna gradasi sebagai warna latar atau background pada setiap elemen halaman blog, maka berikut ini saya berikan beberapa contoh kode CSS dengan berbagai kombinasi warna, dengan harapan agar nantinya dapat mempermudah dalam penerapan teknik ini.


Kode CSS
height: 35px;
width: 100px;
border: 1px solid #ff0000;
background: #ff0000; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff0000 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff0000) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #ff0000; background: #ff0000;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff0000 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff0000) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #ff9900;
background: #ff9900; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff9900 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff9900) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #ff9900; background: #ff9900;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff9900 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff9900) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #ffff00;
background: #ffff00; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ffff00 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ffff00) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #ffff00; background: #ffff00;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ffff00 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ffff00) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #00ff00;
background: #00ff00; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #00ff00 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #00ff00) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #00ff00; background: #00ff00;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #00ff00 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #00ff00) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #00ffff;
background: #00ffff; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #00ffff 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #00ffff) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #00ffff; background: #00ffff;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #00ffff 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #00ffff) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #0000ff;
background: #0000ff; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #0000ff 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #0000ff) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #0000ff; background: #0000ff;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #0000ff 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #0000ff) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #9900ff;
background: #9900ff; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #9900ff 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #9900ff) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #9900ff; background: #9900ff;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #9900ff 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #9900ff) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #ff00ff;
background: #ff00ff; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff00ff 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff00ff) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #ff00ff; background: #ff00ff;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #ff00ff 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #ff00ff) );"></div>




Kode CSS
height: 35px; 
width: 100px;
border: 1px solid #000000;
background: #000000; 
background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #000000 100% ); 
background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #000000) );


Kode HTML
<div style="height: 35px; width: 100px; border: 1px solid #000000; background: #000000;background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #000000 100% );background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #000000) );"></div>



Nah, berdasarkan beberapa contoh di atas maka kita dapat mengambil suatu kesimbulan bahwa kuncinya adalah terletak pada kode warna yang digunakan. Apabila kita perhatikan contoh kode yang paling bawah (dalam hal ini adalah contoh kode yang digunakan untuk membuat warna gradasi gabungan warna putih dan hitam), maka dapat disimpulkan bahwa kode #000000 digunakan untuk warna bagian bawah dan juga warna garis, sedangkan white digunakan untuk warna garis atau bingkai. Kemudian untuk membuat efek hover atau efek yang dimunculkan ketika mouse pointer diletakkan di atsnya, maka kita tinggal mengubah persentase yang terdapat pada kode background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #000000 100% ); dengan angka persentase yang lebih besar. Dengan demikian, berdasarkan beberapa contoh dan penjelasan di atas, maka saya rasa akan dapat membantu Anda dalam memahami pembuatan background dengan warna gradasi untuk diterapkan pada setiap elemen halaman blog. Dan untuk selanjutnya diharapkan agar Anda dapat mengembangkannya sendiri, sesuai dengan kreatifitas yang Anda miliki.

Semoga berguna dan bermanfaat. postingan trikbikinblog ini tentang Beberapa Contoh Kode CSS Dan HTML Untuk Membuat Gradasi Warna Pada Background

Rabu, 09 Januari 2013

Template Blogspot Keren dan SEO Friendly

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Memiliki blog dengan tampilan yang menarik ? pastinya ktia semua sebagai blogger menginginkannya. Karena selain isi artikel dari blog, template sangatlah mempengaruhi citra blog. Dengan tampilan template blog yang menarik tentulah menjadi kepuasan tersendiri bagi kita sebagai pemilik blog. Tidak hanya pemilik blog, pengunjung juga akan lebih nyaman dalam menjelajahi blog anda. Maka dari itu, pemilihan template untuk blog memang harus diperhatikan juga. 
Bila anda adalah seorang blogger yang membuat blog untuk tujuan mencari traffic atau pengunjung, perlu diperhatikan untuk menggunakan template yang SEO friendly. Maksudnya SEO friendly adalah template yang dibuat berdasarkan standar SEARCH ENGINE. 
Kali ini saya akan memberikan 3 Template Blogspot keren dan SEO Friendly. 
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Template ini aslinya adalah karya BAMZ, seorang perancang template dari Indonesia. Kemudian diberikan beberapa tambahan oleh mas Ricky Pratama agar template ini menjadi lebih SEO friendly. Terpikirkan oleh saya untuk menambahkan beberapa tambahan untuk melengkapi template ini. Desain dari BAMZ ini cukup menarik, karena biasanya template SEO friendly memiliki tampilan yang sederhana. Berikut adalah fitur-fitur dari template ini :
  • Image Slider
  • 2 sidebar yaitu kanan dan kiri
  • 2 kolom atau bisa di sebut 3 kolom
  • Read More otomatis
  • Breadcumb
  • Menu Navigasi dibawah dan di atas Header
  • Sidebar kanan dengan lebar 300px ( sangat cocok untuk pasang google adsense )
  • Tampilan komentar sama persis dengan blog ini.
Tidak hanya itu, template blog keren dan seo friendly ini telah ditambahkan yang namanya MicroData. Sehingga nantinya dalam pencarian pada google akan muncul tampilan seperti ratting bintang.
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Selain itu juga telah saya tambahkan script untuk memunculkan artikel terkait pada setiap artikel. Hal ini juga sangat berpengaruh pada SEO blog anda, dan pastinya menambah cantik tampilan. Dengan adanya artikel terkait ini, diharapkan pengunjung akan lebih mudah untuk menjelajahi blog anda.
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Terakhir adalah saya juga menambahkan tombol share pada setiap artikel. Dengan ini, pengunjung anda akan dapat membagikan artikel anda dengan mengklik tombol share tersebut.
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Dengan tambahan-tambahan diatas, saya rasa template ini sudah memenuhi standar SEO dan tentunya juga memberikan tampilan yang mnarik. Dan sekedar info, untuk menjaga agar teplate ini tetap SEO friendly.
1. Jangan memasang flash element pada blog anda.
2. Jangan sampai ada link yang rusak.. Artinya adalah link yang anda letakan di blog ini sudah tidak aktif lagi.
3. Hindari penggunaan iFrame pada blog ini.. Soal lengkapnya tentang iFrame bisa anda cari penjelasannya di google.

Nah, bagi anda yang tertarik untuk menggunakan teplate ini, anda bisa mendownloadnya dari linkyang saya sediakan di bawah ini.

Note : Diharapkan tidak menghapus link credit yang sudah tercantum ! Terima kasih

Oh iya, sekarang bagaimana cara mengganti gambar dan keterangan yang ada pada slide show gambar.. Berikut adalah langkah-langkahnya.
  • Silahkan ke menu TEMPLATE, EDIT HTML
  • Centang bagian EXPAND WIDGET
  • Pada bagian slider, terdapat gambar yang besar dan gambar yang kecil.. Untuk mengganti gambar yang kecil, caranya adalah seperti ini. (Pastikan gambar yang anda siapkan berukuran 80px X 50px)
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly

Bagian yang berwarna merah tersebut adalah link dari gambar. Silahkan ganti link tersebut dengan link gambar yang anda inginkan..
  • Sekarang untuk mengganti gambar yang besar, beserta judul dan keterangan yang terdapat di dalamnya. Carilah kode berikut : (Pastikan gambar pengganti dari anda berukuran 450px X 250px)
Template Blogspot Keren dan SEO Friendly

Template Blogspot Keren dan SEO Friendly
Perhatikan kode berwarna di atas.. Untuk kode berwarna MERAH, itu adalah untuk link untuk gambar.. Kode berwarna BIRU untuk judul artikel anda, kode berwarna HIJAU untuk keterangan dari artikel anda.
Dan coba anda perhatikan kode '#' di dekat kode berwarna biru, ganti # dengan link menuju artikel yang anda inginkan.
  • Setelah selesai langkah-langkah di atas, silahkan klik SAVE TEMPLATE.
Jika belum mengetahui Cara mengganti template blogspot, anda bisa membacanya disini !
Bagi anda yang mendapatkan kesulitan dalam mengganti gambar pada slider, silahkan bertanya pada kolom komentar !
 
 
 
 
 
sumber : http://digitalareas.blogspot.com/2012/12/template-blogspot-keren-dan-seo-friendly.html?showComment=1357750236496#c3073768417334011255

Selasa, 08 Januari 2013

Cara memberi dan membuat label di blogspot

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Topik kita hari ini adalah Cara membuat label di blogspot / bloger .label sangat diperlukan untuk postingan postingan blog kita,seperti yang kita ketahui fugsi label atau kategori untuk menghubungkan postingan - postingan sobat dari postingan 1 ke postingan yang lain,serta memisahkan postingan postingan blog sobat.sangat erat kaitannya dengan Artikel berkaitan menggukan label juga.Saya akan memberikan contoh pada anak menu pada menu navigasi di atas adalah Label atau kategori anda klik saja itu,maka yang akan keluar artikel artikel dalam kategori ( golongan)tersebut.

untuk memberi label postingan sebagai berikut :
1.seperti biasa Login ke blogger sobat.
2.
(a) buat Entri baru ,jika sudah arahkan mouse sobat ke kanan klik LabelSehingga nampak seperti gambar dibawah :


(b) masuk ke Daftar entri -->> Post nah .. pilih postingan mana yang akan di beri label nantinya .kemudian centangin kotak kecil yang ada di samping kiri judul posting.
lalu klik di sebelah kanan kotak kecil yang paling atas ( gambar panah menghadap ke bawah )Label baru /pilih label.maka akan tampak seperti gambar di bawah :


untuk membuat label sebagai berikut :
1.buka daftar Entri >> Tata letak >> Tambah Gadget >> Label ,,sobat bisa atur namanya misal : kategori, CATEGORIES,dll.
Lihat gambar di bawah :


jika sudah akan muncul pop up window  seperti gambar di bawah :


Saya rasa cukup sekian untuk cara memberi label sekaligus membuat label di blogspot.
semoga Tutorial ini bermanfaaat bagi sobat

sumber : http://id-mastony.blogspot.com/2012/06/cara-memberi-dan-membuat-label-di.html

Senin, 07 Januari 2013

Cara Membuat Link Warna Warni (Pelangi) pada Blogger

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم


selamat Sore sobat blogger yang terhormat  baik, kali ini saya akan share mengenai tips blogging yaitu cara membuat link menjadi berwarna-warni saat didekati kursor, nah ... efek ini sangat menarik untuk digunakan karena membuat blog kita lebih berwarna dan enak untuk dilihat, dulu saya pernah menggunakan tips ini karena memang saya suka dengan efek yang satu ini, makanya saya coba untuk share kepada sobat blogger smwa...
langsung saja yang tertarik mencoba, ikuti tutorial dibawah ini :

Sebelum membuat alangkah baiknya jika kalian melihat View hasil yang akan kita buat ini ==>
  1. loggin ke blog kamu
  2. pilih rancangan> lalu  pilih tab menu edit html
  3. jangan lupa mencentang tulisan Expand template widget
  4. cari kode  </head>  gunakan ctr+f untuk mempermudah  pencarian
  5. letakkan script dibawah ini tepat dibawah kode  </head>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var rate = 20;
if (document.getElementById)
window.onerror=new Function("return true")
var objActive; // The object which event occured in
var act = 0; // Flag during the action
var elmH = 0; // Hue
var elmS = 128; // Saturation
var elmV = 255; // Value
var clrOrg; // A color before the change
var TimerID; // Timer ID
if (document.all) {
document.onmouseover = doRainbowAnchor;
document.onmouseout = stopRainbowAnchor;
}
else if (document.getElementById) {
document.captureEvents(Event.MOUSEOVER | Event.MOUSEOUT);
document.onmouseover = Mozilla_doRainbowAnchor;
document.onmouseout = Mozilla_stopRainbowAnchor;
}
function doRainbow(obj)
{
if (act == 0) {
act = 1;
if (obj)
objActive = obj;
else
objActive = event.srcElement;
clrOrg = objActive.style.color;
TimerID = setInterval("ChangeColor()",100);
}
}
function stopRainbow()
{
if (act) {
objActive.style.color = clrOrg;
clearInterval(TimerID);
act = 0;
}
}
function doRainbowAnchor()
{
if (act == 0) {
var obj = event.srcElement;
while (obj.tagName != 'A' && obj.tagName != 'BODY') {
obj = obj.parentElement;
if (obj.tagName == 'A' || obj.tagName == 'BODY')
break;
}
if (obj.tagName == 'A' && obj.href != '') {
objActive = obj;
act = 1;
clrOrg = objActive.style.color;
TimerID = setInterval("ChangeColor()",100);
}
}
}
function stopRainbowAnchor()
{
if (act) {
if (objActive.tagName == 'A') {
objActive.style.color = clrOrg;
clearInterval(TimerID);
act = 0;
}
}
}
function Mozilla_doRainbowAnchor(e)
{
if (act == 0) {
obj = e.target;
while (obj.nodeName != 'A' && obj.nodeName != 'BODY') {
obj = obj.parentNode;
if (obj.nodeName == 'A' || obj.nodeName == 'BODY')
break;
}
if (obj.nodeName == 'A' && obj.href != '') {
objActive = obj;
act = 1;
clrOrg = obj.style.color;
TimerID = setInterval("ChangeColor()",100);
}
}
}
function Mozilla_stopRainbowAnchor(e)
{
if (act) {
if (objActive.nodeName == 'A') {
objActive.style.color = clrOrg;
clearInterval(TimerID);
act = 0;
}
}
}
function ChangeColor()
{
objActive.style.color = makeColor();
}
function makeColor()
{
// Don't you think Color Gamut to look like Rainbow?
// HSVtoRGB
if (elmS == 0) {
elmR = elmV; elmG = elmV; elmB = elmV;
}
else {
t1 = elmV;
t2 = (255 - elmS) * elmV / 255;
t3 = elmH % 60;
t3 = (t1 - t2) * t3 / 60;
if (elmH < 60) {
elmR = t1; elmB = t2; elmG = t2 + t3;
}
else if (elmH < 120) {
elmG = t1; elmB = t2; elmR = t1 - t3;
}
else if (elmH < 180) {
elmG = t1; elmR = t2; elmB = t2 + t3;
}
else if (elmH < 240) {
elmB = t1; elmR = t2; elmG = t1 - t3;
}
else if (elmH < 300) {
elmB = t1; elmG = t2; elmR = t2 + t3;
}
else if (elmH < 360) {
elmR = t1; elmG = t2; elmB = t1 - t3;
}
else {
elmR = 0; elmG = 0; elmB = 0;
}
}
elmR = Math.floor(elmR).toString(16);
elmG = Math.floor(elmG).toString(16);
elmB = Math.floor(elmB).toString(16);
if (elmR.length == 1) elmR = "0" + elmR;
if (elmG.length == 1) elmG = "0" + elmG;
if (elmB.length == 1) elmB = "0" + elmB;
elmH = elmH + rate;
if (elmH >= 360)
elmH = 0;
return '#' + elmR + elmG + elmB;
}
//]]>
</script>
6. Lalu Save, selesai.
 
 

sumber : http://ber2saudara.blogspot.com/2012/10/cara-membuat-link-warna-warni-pelangi.html